TLDR
Jumlah kasus campak di AS telah melebihi angka tertinggi sebelumnya, menunjukkan masalah vaksinasi yang berkepanjangan. Penurunan tingkat vaksinasi dapat mengancam status eliminasi campak di AS dan meningkatkan risiko bagi populasi rentan. Dukungan global untuk imunisasi, termasuk dari AS, telah menurun, yang dapat memperburuk situasi campak di seluruh dunia. Pomodo.id - Kasus campak di Amerika Serikat mengalami lonjakan yang signifikan, dengan jumlah kasus tahun ini melampaui angka tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Sejak awal tahun, petugas kesehatan telah mencatat 2,295 kasus campak, sebagaimana dilaporkan oleh Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health pada tanggal 21 Juli. Jumlah ini sudah melebihi 2,286 kasus yang terdaftar pada tahun 2025. Sebagian besar kasus tahun ini berasal dari wabah yang meledak di South Carolina dan satu lagi yang terus berlangsung di Utah. Selain itu, 40 negara bagian lainnya, serta Kota New York dan Washington, D.C., juga telah melaporkan kasus.Sebelum tahun 2025, AS tidak pernah mencatat lebih dari 2,000 kasus campak sejak 1992. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) diperkirakan akan melaporkan angka yang mirip saat memperbarui jumlah kasusnya pada Jumat mendatang. Penurunan tingkat vaksinasi menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan virus ini kembali menular. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa AS akan kehilangan status eliminasi campak, yang telah dipertahankan sejak tahun 2000. Agar virus tidak menyebar, setidaknya 95 persen orang dalam suatu komunitas perlu divaksinasi.
Vaksinasi MMR adalah kombinasi vaksin untuk campak, gondong, dan rubella, yang penting untuk melindungi kesehatan masyarakat. Vaksin ini sangat efektif dan membantu mencegah penyebaran infeksi yang sangat menular seperti campak. Satu kesalahpahaman umum adalah bahwa vaksin ini dapat menyebabkan penyakit. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin MMR aman dan tidak menyebabkan penyakit, sebaliknya, ia berfungsi untuk melindungi individu dan masyarakat secara keseluruhan.
Tingkat vaksinasi MMR di 33 negara bagian bahkan mengalami penurunan; dari sekitar 94 persen sebelum pandemi COVID-19 menjadi sekitar 91 persen setelahnya, sebagaimana dilaporkan oleh JAMA pada tahun 2025. Penurunan ini menjadi perhatian karena tingkat vaksinasi yang rendah bisa menyebabkan lebih banyak individu terpapar dan sakit. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap penurunan angka vaksinasi, termasuk ketidakpastian yang timbul akibat pandemi.Lonjakan kasus campak di AS tidak hanya mengindikasikan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak, tetapi juga menyoroti kelemahan infrastruktur kesehatan. Jika situasi ini tidak ditangani, kehilangan status eliminasi campak dapat terjadi, berpotensi menyebabkan wabah yang lebih besar dan lebih umum di masyarakat. Prediksi menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, jika riset dan edukasi kesehatan masyarakat tidak ditingkatkan, kemungkinan akan ada lebih banyak wabah campak.Meningkatnya kasus campak di AS menunjukkan perlunya tindakan nyata dalam meningkatkan tingkat vaksinasi di antara populasi. Kesehatan masyarakat sangat bergantung pada perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Penanganan serius terhadap masalah ini harus diambil, termasuk peningkatan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi. Ini menjadi penting untuk menghindari konsekuensi kesehatan yang lebih serius di masa depan.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.