TLDR
Dua coronal mass ejections dapat menyebabkan aurora terlihat di bagian utara AS. Cuaca malam yang pendek dan bulan sabit dapat menyulitkan untuk melihat aurora. Noctilucent clouds sedang terlihat di belahan bumi utara bersamaan dengan komet yang semakin terang. Pomodo.id - Aurora borealis mungkin terlihat di sebagian wilayah utara Amerika Serikat pada malam antara tanggal 23 dan 24 Juli, akibat dua ledakan besar dari matahari yang dikenal sebagai ledakan massa koronal (coronal mass ejections, CME). Ledakan ini merupakan awan medan magnet dan partikel bermuatan dari matahari. Menurut Spaceweather.com, meskipun kedua CME ini tergolong kecil, jika keduanya berhasil mengenai magnetosfer Bumi, keduanya bisa bergabung untuk menghasilkan badai geomagnetik kelas G1.Badai geomagnetik G1 ini berpotensi membuat aurora terlihat di negara bagian utara AS yang dekat dengan perbatasan Kanada. Pada saat ini, malam musim panas yang singkat dan fase bulan yang meningkat dapat membuat tampilan aurora yang samar sulit terlihat, karena kondisi senja yang berkepanjangan dapat mengurangi kontras yang diperlukan untuk melihat cahaya aurora yang rendah di cakrawala utara. Dalam satu minggu ini, kondisi tidur malam yang singkat ditambah dengan bulan kuarter pertama dapat mengakibatkan aurora tidak tampak dengan jelas.
Ledakan massa koronal (CME) adalah fenomena penting yang terjadi ketika plasmas dari matahari terlempar ke dalam ruang angkasa. Fenomena ini berpotensi memberikan dampak besar pada atmosfer dan medan magnet Bumi. Sering kali dihubungkan dengan tampilan aurora borealis, CME tidak hanya meningkatkan kemungkinan aurora terlihat tetapi juga dapat mempengaruhi teknologi di Bumi, seperti komunikasi satelit. Sebuah kesalahpahaman umum adalah bahwa CME selalu menyebabkan tampilan aurora yang kuat; kenyataannya, seberapa besar pengaruh CME tergantung pada ukurannya dan arah saat menuju Bumi.
Namun, tidak seperti dua eksplosif CME yang diperkirakan akan mempengaruhi aurora, aktivitas geomagnetik minggu ini juga dipicu oleh aliran cepat angin matahari yang berasal dari sebuah lubang koronal. Lubang koronal adalah area di permukaan matahari di mana garis-garis medan magnet terbuka ke ruang angkasa, memungkinkan angin matahari yang lebih cepat untuk lolos. Aktivitas geomagnetik diprediksi akan meningkat pada akhir tanggal 21 Juli dan berlanjut hingga 22 Juli, berpotensi lagi menghadirkan badai geomagnetik G1.Melihat informasi ini, jika kedua CME dan aliran angin matahari dari lubang koronal berinteraksi dengan baik, bisa jadi cukup untuk menciptakan tampilan aurora yang menakjubkan. Namun, keterbatasan saat ini seperti malam yang singkat dan bulan yang mengintensifkan cahaya akan membuat pengamatan menjadi lebih menantang. Dengan kondisi yang ada, kelompok peneliti dan pengamat disarankan untuk mempersiapkan pengamatan aurora, meskipun peluang untuk melihat cahaya utara yang spektakuler bisa jadi berkurang.Menghadapi masa depan, peningkatan aktivitas geomagnetik dapat menjadi pertanda baik bagi pengamat aurora di wilayah utara AS. Mengingat fenomena ini akan terus berlanjut, keberadaan aurora borealis bisa menjadi kesempatan untuk menarik lebih banyak perhatian terhadap ilmu pengetahuan atmosfer dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang kondisi luar angkasa yang memengaruhi Bumi.Artikel ini disintesis dari 2 sumber.