TLDR
Keselamatan jalan seharusnya menjadi prioritas global yang tidak kontroversial. AS menjadi satu-satunya negara yang menolak deklarasi keselamatan jalan PBB, menunjukkan perbedaan pandangan yang tajam. Kematian akibat kecelakaan jalan dapat dicegah melalui peningkatan transportasi publik dan perancangan jalan yang lebih baik. Pomodo.id - PBB baru-baru ini mengeluarkan deklarasi yang mendukung pengurangan kematian akibat kecelakaan lalu lintas secara global, dengan tujuan untuk setidaknya setengah mengurangi jumlah kematian dan cedera di jalan dari tahun 2021 hingga 2030. Dalam sidang umum yang dihadiri oleh 162 negara anggota, deklarasi ini hampir disetujui secara bulat, tetapi satu negara yaitu Amerika Serikat memilih untuk menolak. Ini merupakan respons yang menarik, mengingat situasi di mana negara-negara lain, termasuk Argentina, yang biasanya mengikuti kebijakan AS, justru memilih untuk mendukung deklarasi tersebut meskipun menambahkan catatan mengenai kedaulatan nasional mereka.Deklarasi tersebut menekankan pentingnya menunjuk dan membiayai sebuah lembaga utama untuk koordinasi keselamatan jalan, peningkatan sistem transportasi publik, dan berbagai komitmen lainnya guna menciptakan jalan yang lebih aman. Berisi total 48 pledges, dokumen ini menyoroti kelompok orang yang paling rentan terhadap kekerasan di jalan, termasuk pejalan kaki, pengendara sepeda, dan anak-anak yang sedang dalam perjalanan ke sekolah. Ini menunjukkan bahwa ada upaya global untuk meningkatkan keselamatan di jalan yang sering kali menjadi tempat banyak kecelakaan yang fatal.
Deklarasi Keselamatan Jalan Raya
Deklarasi keselamatan jalan raya oleh PBB bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan cedera yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Pengurangan ini sangat penting karena jalanan menjadi tempat berbahaya bagi banyak orang, terutama pejalan kaki dan pengguna sepeda. Terlepas dari usaha peningkatan keselamatan ini, situasi di lapangan menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang dapat menyelamatkan nyawa masih sering terhambat oleh dinamika politik dan perbedaan kepentingan antar negara.
Namun, penolakan AS terhadap deklarasi ini menunjukkan ketegangan dalam mengkoordinasikan kebijakan internasional. PBB yang berupaya meningkatkan keselamatan di jalan, mengingat bahwa pemotongan jumlah lalu lintas melalui inisiatif seperti zona udara bersih akan berimplikasi positif pada angka kematian serta dampak lingkungan lainnya. Di balik penolakan ini, terdapat kekhawatiran bahwa usaha-usaha untuk meningkatkan keselamatan jalan akan dibaurkan dengan tindakan iklim, menciptakan keraguan dan perdebatan di kalangan pengambil keputusan di AS.Melihat ke depan, perkembangan ini menggambarkan perpecahan dalam pendekatan global terhadap isu keselamatan lalu lintas dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi upaya kolektif untuk mengurangi kematian di jalan. Jika negara-negara tidak menyetujui untuk bekerjasama dalam hal ini, tantangan besar akan dihadapi dalam mencapai target pengurangan kematian yang ditetapkan oleh PBB, terutama dalam konteks kepentingan nasional dan kebijakan lokal yang bervariasi di masing-masing negara. Keseluruhan situasi ini menghighlight perlunya diplomasi yang lebih kuat dan kesepakatan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi angka kematian di jalan secara global.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.