Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Interlune Kembangkan Teknologi Ekstraksi Helium-3 Murni Untuk Masa Depan Quantum Computing Dan Eksplorasi Bulan

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
21 Jul 2026
59 dibaca
3 menit
Interlune Kembangkan Teknologi Ekstraksi Helium-3 Murni Untuk Masa Depan Quantum Computing Dan Eksplorasi Bulan

TLDR

Interlune mengembangkan teknologi Cold Capture untuk mengekstrak helium-3 dari helium standar.
Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan helium-3 yang sangat dibutuhkan untuk aplikasi kuantum.
Interlune berencana untuk menerapkan teknologi ini di bulan untuk memanfaatkan sumber daya helium-3 yang ada di permukaan lunar.
Pomodo.id - Interlune, sebuah startup luar angkasa yang berbasis di Seattle, baru-baru ini mengumumkan teknologi baru yang mampu mengekstraksi helium-3 murni dengan tingkat kemurnian 99% dari helium standar Grade A. Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan helium di Bumi sementara juga memvalidasi teknologi ini untuk panen helium-3 di bulan. Teknologi yang dikenal sebagai "Cold Capture" ini dikembangkan dengan dukungan dari Angkatan Udara AS dan telah diuji untuk terintegrasi dengan infrastruktur pabrik likuidasi helium yang sudah ada.Setiap liter helium yang diproduksi di dunia mengandung jejak helium-3, yang merupakan isotop yang sangat berharga untuk penelitian dan sumber daya energi. Interlune menyatakan bahwa “Cold Capture” mampu menjangkau aliran helium yang telah terakumulasi dalam pabrik-pabrik besar, sehingga menghasilkan lebih banyak helium-3 dibandingkan dengan yang dapat diperoleh dari ladang gas individu. Dengan cara ini, Interlune berupaya menangkap pasar di kedua sisi—mulai dari Bumi dan juga berencana untuk memanfaatkan sumber daya di bulan, di mana helium-3 dapat ditemukan dalam jumlah besar akibat akumulasi dari angin solar selama miliaran tahun.Namun, tantangan dalam produksi helium-3 di Bumi masih terasa. Cadangan tritium yang ada terbatas dan mahal untuk diperluas, sementara ladang gas baru yang ditemukan hanya menawarkan sedikit bantuan karena helium-3 hanya ada dalam jejak kecil. Ini menempatkan Cold Capture sebagai solusi yang inovatif untuk secara efisien memisahkan helium-3 dari helium standar, yang diharapkan dapat merevolusi cara produksi helium-3 secara signifikan.
Helium-3
Helium-3 adalah isotop helium yang memiliki dua proton dan satu neutron, menjadikannya berbeda dari helium-4 yang umum. Isotop ini sangat dibutuhkan dalam penelitian energi, khususnya untuk reaksi fusi nuklir, yang dapat menjadi solusi untuk kebutuhan energi global di masa depan. Meskipun helium-3 merupakan isotop langka di Bumi, keberadaannya di bulan dalam jumlah besar menjadikannya sebagai sasaran utama dalam eksplorasi luar angkasa.
Kedepannya, teknologi yang dikembangkan oleh Interlune dapat membawa dampak besar bagi industri luar angkasa dan kebutuhan energi global. Dengan kemampuan untuk mendapatkan dan mengolah helium-3 dari pasokan yang ada, ini memungkinkan penyiapan infrastruktur energi masa depan, baik di Bumi maupun di bulan. Inovasi ini tidak hanya bisa mengatasi masalah kekurangan helium di Bumi, tetapi juga memberikan landasan untuk misi eksplorasi luar angkasa yang lebih ambisius.Dalam konteks eksplorasi bulan dan quantum computing, helium-3 berpotensi menjadi kunci untuk pengembangan energi bersih dan efisien yang dapat mendukung berbagai teknologi canggih di masa depan. Sementara teknologi Cold Capture yang diuji oleh Interlune menunjukkan potensi besar, realisasinya akan sangat bergantung pada upaya yang konsisten dalam penelitian, pengembangan, dan penerimaan teknologi tersebut oleh industri terkait.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.