TLDR
Axiom Biosciences berencana untuk melakukan IPO di Hong Kong pada tahun 2027, dengan target penggalangan dana minimal US$200 juta. Moomiaie-Qajar menyatakan bahwa investor di Hong Kong lebih matang dalam menangani perusahaan biotek dibandingkan dengan Nasdaq. Perusahaan ini akan menjadi biotek pertama yang terdaftar di Hong Kong meskipun berbasis di AS. Pomodo.id - Axiom Biosciences, sebuah perusahaan bioteknologi yang berkantor pusat di Amerika Serikat, telah memutuskan untuk mengejar pencatatan utama di Hong Kong, menyoroti kelebihan kota tersebut sebagai pusat investasi untuk perusahaan bioteknologi global. Hal ini menunjukkan bahwa pasar Hong Kong menawarkan peluang yang lebih baik bagi perusahaan biotek dibandingkan dengan Nasdaq, terutama dalam hal pemahaman dan dukungan terhadap bisnis yang terdaftar di publik. Axiom berencana untuk meraih setidaknya 200 juta dolar AS melalui penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong pada tahun 2027, dan mencatatkan saham kedua di AS pada tahun 2029.Remo Moomiaie-Qajar, pendiri dan CEO Axiom, mengemukakan bahwa meskipun inovasi penting dalam sains banyak terjadi di Amerika Serikat, cara pendanaan untuk inovasi tersebut belum berkembang seiring dengan kemajuan yang ada. Moomiaie-Qajar menggarisbawahi bahwa Hong Kong menjadi pilihan karena terdapat modal bioteknologi yang dalam serta banyak mitra klinis yang beroperasi di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Axiom ingin membangun dirinya sebagai perusahaan global sejak awal peluncuran.Perusahaan yang didirikan pada tahun 2018 itu berencana untuk menjadi firma biotek pertama yang terdaftar di Hong Kong dari AS. Pencatatan ini tidak hanya berfokus pada penggalangan dana tetapi juga bertujuan untuk memperkuat pengakuan global bagi Axiom. Menariknya, perusahaan-perusahaan kesehatan yang telah terdaftar di Hong Kong selama beberapa tahun terakhir dipandang telah unggul dibandingkan dengan yang terdaftar di Nasdaq dalam hal kinerja pasar.Namun, keputusan Axiom untuk pindah ke pasar Hong Kong bukan tanpa tantangan. Para investor di Hong Kong mungkin memiliki pandangan yang lebih matang, akan tetapi, terdapat tantangan dalam hal adaptasi pasar terhadap model bisnis unik yang diusung oleh Axiom terutama yang berbasis pada kecerdasan buatan (AI). Pengembangan terapi eksperimental untuk bayi dengan cedera otak yang parah yang menggunakan AI adalah pendekatan yang relatif baru, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang baik untuk menjelaskan potensi manfaatnya kepada calon investor.Keputusan untuk berfokus pada pencatatan di Hong Kong sekaligus menyiapkan IPO kedua di AS mencerminkan upaya strategis Axiom untuk memaksimalkan sumber daya dan dukungan global yang mereka perlukan untuk tumbuh. Perkembangan terbaru ini menyoroti pentingnya Hong Kong sebagai pusat untuk investasi di sektor bioteknologi, dan meningkatkan perhatian terhadap perusahaan-perusahaan yang mampu memberikan solusi inovatif di bidang kesehatan.
Axiom Biosciences adalah perusahaan yang mengembangkan terapi berbasis AI untuk merawat bayi dengan cedera otak serius. Keberadaan perusahaan ini di pasar saham global menunjukkan kepercayaan diri dalam menawarkan solusi kesehatan inovatif yang mungkin merevolusi perawatan neonatal. Salah satu kesalahpahaman umum tentang terapi berbasis AI adalah bahwa mereka tidak cukup mengandalkan bukti klinis, tetapi Axiom berupaya untuk memberikan data dan hasil yang terbukti efektif melalui kerja sama klinis yang mendalam.
Melihat ke depan, langkah Axiom untuk mencatatkan dirinya di Hong Kong dapat menggoda lebih banyak perusahaan biotek untuk mempertimbangkan pintu masuk yang sama. Dengan meningkatnya jumlah perusahaan kecerdasan buatan yang mengumpulkan modal di wilayah tersebut, Hong Kong berpotensi menjadi pasar utama bagi pengembangan dan ekspansi perusahaan biotek di tahun-tahun mendatang.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.