TLDR
Bitcoin dan Ether mengalami rebound setelah penjualan saham chip di Asia berbalik arah. Investasi institusional dalam ETF Bitcoin menunjukkan pemulihan minat di pasar cryptocurrency. Pasar akan memperhatikan pertemuan Federal Reserve untuk sinyal lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga. Pomodo.id - Bitcoin mengalami kenaikan nilai yang signifikan, diperdagangkan sekitar $65,500, menandai posisi tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh pemulihan pasar saham semikonduktor Asia yang sebelumnya tertekan, yang memicu sentimen positif di antara para investor. Bitcoin naik sebesar 1% pada hari itu dan 5% selama seminggu terakhir, dengan total transaksi yang mencapai sekitar $33 miliar. Selain Bitcoin, Ether juga menunjukkan kinerja yang baik, naik 3% menjadi $1,922, sedangkan XRP meningkat 3% menjadi $1.13.Dukungan bagi pemulihan Bitcoin juga berasal dari aliran masuk yang berkelanjutan ke dalam Exchange-Traded Funds (ETFs) Bitcoin di AS. Dalam lima sesi terakhir, lebih dari $600 juta berhasil diinvestasikan ke dalam ETF ini, yang menunjukkan minat institusional yang meningkat setelah periode penarikan yang panjang. Selain itu, bursa saham Asia Pasifik, yang diukur oleh indeks MSCI, mengalami kenaikan 2%, didorong oleh kontribusi utama dari raksasa teknologi seperti Samsung dan Taiwan Semiconductor. Banjir pembelian kembali di pasar saham ini menandakan bahwa investor menunjukkan ketertarikan untuk kembali ke sektor teknologi setelah periode ketidakpastian.Meskipun ada pemulihan yang positif ini, sejumlah kelemahan masih ada yang harus diingat. Pasar sebelumnya terperosok dalam kejatuhan harga karena ekspansi ketegangan geopolitik dan peluncuran produk AI yang mengganggu industri semikonduktor. Beberapa saham semikonduktor mengalami penurunan yang tajam, termasuk penurunan 5% di indeks Nikkei Jepang, yang menciptakan tekanan pada aset-aset berkaitan seperti Bitcoin untuk waktu yang lama. Fluktuasi harga dan ketidakpastian pasar di sekitar isu-isu global ini memunculkan tanya apakah pergerakan ini dapat bertahan dalam jangka panjang.Berdasarkan pengamatan terkini, inflasi AS yang melambat dengan angka inflasi kepala di bulan Juni yang turun menjadi 3.5% dari 4.2% dan inflasi inti turun menjadi 2.6% dari 2.9%, memberikan harapan bahwa keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve (Fed) tidak akan ketat dalam waktu dekat. Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga dari 43% menjadi 13% setelah pengumuman tersebut menunjukkan bahwa pasar bisa jadi lebih bersahabat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan cryptocurrency lainnya.
Bitcoin adalah mata uang digital yang diciptakan pada 2009 dan dikenal sebagai cryptocurrency pertama yang berhasil. Banyak orang memahami Bitcoin sebagai "emas digital" karena sifatnya yang terdesentralisasi dan kemampuannya sebagai alat penyimpan nilai. Bitcoin beroperasi tanpa perantara atau bank, memungkinkan transaksi langsung antar pengguna melalui teknologi blockchain. Perlu dicatat bahwa meski banyak yang menganggap Bitcoin sebagai investasi yang aman, nilai pasarnya sebenarnya sangat volatil dan dapat berfluktuasi secara signifikan dalam waktu singkat.Dengan pertimbangan semua faktor di atas, pasar Bitcoin mungkin berada dalam posisi yang kuat dalam jangka pendek apabila sentimen positif bertahan dan inflasi terus berada dalam tren menurun. Kinerja ETF Bitcoin yang menunjukkan aliran masuk dan rebound di pasar saham teknologi dapat dianggap sebagai tanda bahwa investor kembali melihat potensi pada Bitcoin dan aset kripto lainnya.Artikel ini disusun dari 4 sumber.