Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ketegangan Iran-AS Dan Penutupan Selat Hormuz, Bitcoin Stabil Di Tengah Guncangan

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
12 Jul 2026
55 dibaca
3 menit
Ketegangan Iran-AS Dan Penutupan Selat Hormuz, Bitcoin Stabil Di Tengah Guncangan

TLDR

Bitcoin menunjukkan stabilitas meskipun ada ketegangan geopolitik terkait Iran.
Reaksi pasar terhadap penutupan Selat Hormuz lebih tenang dibandingkan dengan peristiwa sebelumnya.
Pergerakan harga minyak dan respon pasar lainnya akan lebih terlihat pada hari Senin setelah akhir pekan.
# Ketegangan Iran-AS dan Penutupan Selat Hormuz, Bitcoin Stabil di Tengah GuncanganKetegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus berlanjut, dengan dampak yang signifikan terhadap pasar global, termasuk cryptocurrency seperti Bitcoin. Penutupan Selat Hormuz sebagai respon terhadap ketegangan ini memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi di seluruh dunia, namun Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah guncangan ini.Sebagian besar perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz, membuatnya menjadi jalur transportasi penting. Tuntutan Iran untuk mengenakan biaya terhadap operator kabel internet bawah laut yang melintas di selat tersebut menunjukkan dampak potensial terhadap komunikasi dan perdagangan internasional. Menurut laporan, Iran bisa mendapatkan pendapatan dari biaya ini yang bertujuan untuk meningkatkan kontrol terhadap sumber daya strategis. Selain itu, kejadian-kejadian seperti serangan udara AS terhadap fasilitas Iran dapat memengaruhi psikologi pasar, menjadi faktor penting dalam menentukan harga Bitcoin. Misalnya, saat kesepakatan damai ditandatangani, harga Bitcoin melonjak menjadi sekitar $76,700, setelah sebelumnya turun menjadi $74,000, menunjukkan ketergantungan harga Bitcoin terhadap situasi geopolitik.Namun, terdapat juga tantangan yang harus dihadapi. Keterbatasan dalam penyediaan energi dan kekhawatiran akan gangguan akibat situasi di Selat Hormuz menyebabkan fluktuasi dalam harga minyak, yang merupakan indikator utama bagi investor. Jika penutupan Selat Hormuz berlanjut, hal ini diperkirakan akan menurunkan cadangan minyak AS ke level terendah dalam empat dekade, yang dapat memberikan dampak negatif pada nilai tukar dan pasar global lainnya. Lebih jauh, peningkatan ketegangan telah menyebabkan investor menarik lebih dari $2.26 miliar dari ETF Bitcoin dalam periode terbaru, menyoroti betapa rentannya pasar terhadap berita negatif.Walaupun sejumlah faktor negatif ini dapat memengaruhi pasar cryptocurrency, Bitcoin tetap stabil diantara volatilitas yang ada. Hasil survei menunjukkan bahwa walaupun harga Bitcoin mengalami fluktuasi, ia masih mampu menjaga posisi di atas $62,000 setelah pembaharuan terkini. Stabilitas ini menjadi sinyal bagi investor bahwa Bitcoin dapat dipertimbangkan sebagai aset penyimpan nilai di kalangan yang resesi dan ketidakpastian.Ke depannya, perkembangan situasi ini mengindikasikan bahwa investor cryptocurrency harus lebih memperhatikan faktor-faktor geopolitik yang memengaruhi pasar. Jika ketegangan antara Iran dan AS terus meningkat dan mengarah pada tindakan militer lebih lanjut, harga Bitcoin bisa terpengaruh lagi, dengan potensi penurunan yang signifikan. Sebaliknya, jika diplomasi berhasil dan stabilitas tercapai, kita mungkin melihat penguatan harga Bitcoin seiring meningkatnya kepercayaan investor.Artikel ini disintesis dari 10 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.