Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tidal Perketat Aturan Musik AI: Label Dan Larang Royalti Untuk Artis Asli

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
30 Jun 2026
1371 dibaca
3 menit
Tidal Perketat Aturan Musik AI: Label Dan Larang Royalti Untuk Artis Asli

TLDR

Tidal akan mulai melabeli lagu yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI dan tidak akan memberikan royalti untuk lagu tersebut.
Platform ini juga berencana untuk menegakkan ekspektasi bahwa distributor konten harus melabeli musik yang dihasilkan oleh AI.
Tidal akan menghapus atau memblokir musik yang dihasilkan oleh AI yang terkait dengan aktivitas penipuan.
# Tidal Perketat Aturan Musik AI: Label dan Larang Royalti untuk Artis AsliTidal mengumumkan langkah baru dalam kebijakan musiknya dengan memperketat aturan terkait musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Mulai 15 Juli 2023, Tidal akan mulai menandai lagu-lagu yang diidentifikasi sebagai 100 persen dihasilkan oleh AI dan tidak akan memberikan royalti kepada musik tersebut.Tidal, sebuah platform streaming musik yang dikenal dengan kualitas audio tinggi, berfokus pada kompensasi yang adil bagi artis. Kebijakan terbaru ini merupakan langkah nyata dalam upaya melindungi kreativitas organik para musisi. Tidal mencegah monetisasi musik yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI, yang dinyatakan secara formal dalam kebijakan baru ini. Dalam laporan yang diterima, dipastikan bahwa tidak ada royalti yang akan dialokasikan untuk musik yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI, serta akan ada langkah untuk menghapus karya yang terkait dengan aktivitas penipuan. Kebijakan ini menandai pergeseran yang signifikan dalam cara Tidal dan layanan serupa seperti Deezer dan Spotify menangani konten yang dihasilkan oleh teknologi AI.Namun, terdapat beberapa kontradiksi yang mengganggu keselarasan kebijakan ini. Meskipun Tidal berfokus pada perlindungan kreativitas, tantangan yang ada adalah persentase penggunaan musik AI yang terus meningkat di industri musik. Sebuah laporan menunjukkan bahwa Deezer, salah satu kompetitor Tidal, melaporkan bahwa 44 persen dari semua musik baru yang diunggah ke platform mereka setiap harinya adalah AI-generated. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada usaha untuk melindungi karya asli, volume konten yang dihasilkan oleh AI semakin mendominasi, menimbulkan risiko bagi keberlangsungan artis yang menciptakan musik secara konvensional.Kebijakan Tidal ini dapat berdampak luas di masa depan, baik bagi para artis maupun platform musik lainnya. Dengan menegakkan larangan monetisasi musik AI, Tidal berpotensi membentuk standar industri baru dalam menangani konten yang dihasilkan oleh teknologi. Hal ini bisa memengaruhi cara musisi berinteraksi dengan teknologi AI; mereka mungkin perlu lebih berhati-hati dan kreatif dalam kerja sama dengan teknologi, agar tetap dihargai dan mendapat royalti jika dalam karyanya ada elemen yang merupakan hasil inovasi teknologi. Selain itu, ini membuka diskusi lebih lanjut mengenai batasan etika penggunaan AI dalam musik dan seni secara umum, mendorong perusahaan untuk mengeksplorasi cara-cara baru agar teknologi tidak menggantikan kreativitas manusia, melainkan mendukungnya.Kedepannya, industri musik mungkin akan melihat peningkatan regulasi dan pengawasan terhadap konten yang dihasilkan oleh AI, yang mungkin meliputi pelabelan lebih lanjut dan pembatasan dalam monetisasi. Di sisi lain, artis merespons dengan mencari cara inovatif untuk mengintegrasikan AI dalam proses kreatif mereka tanpa kehilangan nilai artistik yang dapat menghargai kreatifitas autentik.Artikel ini disusun dari 6 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.