Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tidal Terapkan Label Dan Larangan Monetisasi Untuk Musik AI Mulai Juli

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
30 Jun 2026
1031 dibaca
2 menit
Tidal Terapkan Label Dan Larangan Monetisasi Untuk Musik AI Mulai Juli

TLDR

Tidal akan melabeli musik yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI mulai 15 Juli mendatang.
Mulai hari ini, musik yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI tidak akan mendapatkan royalti.
Tidal mengharapkan distributor konten untuk secara tepat melabeli musik yang dihasilkan oleh AI.
# Tidal Terapkan Label dan Larangan Monetisasi untuk Musik AI Mulai JuliTidal, platform streaming musik yang fokus pada kualitas suara dan kompensasi artis, mengumumkan penerapan kebijakan baru yang akan membatasi monetisasi untuk musik yang sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada 15 Juli 2026.Kebijakan terbaru Tidal ini bertujuan untuk melindungi kreativitas organik para artis dan menanggapi peningkatan jumlah musik yang dihasilkan oleh AI. Menurut laporan, saat ini, lebih dari 44% musik baru yang diunggah ke platform Tidal terdiri dari lagu-lagu yang dihasilkan oleh AI. Tidal berencana untuk mencegah monetisasi lagu-lagu tersebut guna memastikan bahwa artis yang menciptakan musik secara organik tetap dapat terhubung dan membangun basis penggemar mereka dari langganan Tidal. Kebijakan ini juga dilatarbelakangi oleh laporan dari Deezer, yang mencatat bahwa sekitar 75.000 lagu AI diunggah setiap harinya—memberikan gambaran signifikan tentang pertumbuhan jumlah musik yang diciptakan oleh teknologi AI.Namun, kebijakan Tidal ini tidak tanpa kontroversi. Banyak kritikus berpendapat bahwa larangan monetisasi ini dapat menghalangi inovasi di industri musik dan mengecilkan potensi pemasukan yang bisa dihasilkan dari musik AI. Selain itu, meskipun Tidal berusaha untuk melindungi artisnya, tantangan tetap ada dalam mendefinisikan secara jelas apa yang dianggap sebagai "musik yang dihasilkan secara organik" versus "musik yang dihasilkan oleh AI". Ini menciptakan ketegangan antara perlindungan kreatifitas dan dorongan untuk inovasi yang lebih maju di sektor musik.Ke depan, kebijakan monetisasi ini mungkin memiliki implikasi yang luas bagi industri musik. Kebijakan ini dapat mendorong platform lainnya untuk mempertimbangkan pendekatan serupa dalam menghadapi gelombang musik AI yang meningkat. Di saat bersamaan, pengembang teknologi dan musisi mungkin akan mencari cara untuk menghasilkan musik yang lebih interaktif dan menjalan inovasi tanpa harus terjebak dalam konflik antara teknologi dan tradisi. Dengan semakin banyak pelanggan yang menghabiskan waktu dan uang mereka di layanan streaming, keputusan Tidal ini dapat menjadi pendorong untuk diskusi lebih lanjut mengenai hak cipta dan nilai dari musik yang dihasilkan oleh AI.Artikel ini disintesis dari 5 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.