TLDR
LineShine menjadi superkomputer tercepat di dunia meskipun ada pembatasan perdagangan dari AS. Sistem ini menggunakan sekitar 45.000 prosesor LX2 dan tidak bergantung pada GPU. Meskipun LineShine lebih cepat, efisiensinya lebih rendah dibandingkan dengan El Capitan. ### China Kembali Jadi Jawara Superkomputer Tercepat Dunia Meski Tanpa GPUTeknologi superkomputer terus berkembang pesat, dan baru-baru ini, China berhasil merebut kembali gelar sebagai negara dengan superkomputer tercepat di dunia. Keberhasilan ini menarik perhatian karena teknologi yang digunakan sama sekali tidak menggunakan GPU (Unit Pemrosesan Grafis), yang biasanya menjadi komponen utama dalam komputasi supermodern.Pada bulan Juni 2023, China mengumumkan bahwa superkomputer bernama LineShine telah mencapai kecepatan luar biasa sebesar 2,198 exaflops, menjadikannya komputer tercepat di dalam daftar TOP500. LineShine dibangun di Pusat Superkomputer Nasional di Shenzhen dengan menggunakan sekitar 45,000 prosesor CPU domestik. Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan desain prosesor di China dan menandai pertama kalinya sebuah komputer yang hanya menggunakan CPU telah mencapai kinerja exascale, yang artinya mampu melakukan lebih dari satu quintilion operasi per detik.**Bagaimana Superkomputer Bekerja?**Superkomputer seperti LineShine dirancang untuk menangani tugas-tugas komputasi yang sangat kompleks, yang sering kali sulit dikelola oleh komputer biasa. Dalam hal ini, CPU (Unit Pemrosesan Sentral) memainkan peran krusial. CPU adalah otak dari komputer, bertanggung jawab untuk menjalankan perintah dan menjalankan aplikasi. Dengan jumlah hampir 14 juta inti prosesor, LineShine dapat memproses data dalam jumlah besar secara bersamaan.Algoritma yang canggih dan efisiensi dalam arsitektur prosesor memungkinkan superkomputer ini untuk melaksanakan tugas yang menuntut kinerja tinggi, seperti simulasi cuaca, model iklim, dan penelitian ilmiah kompleks. Superkomputer ini juga menggabungkan kapasitas pemrosesan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), memungkinkan analisis data dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin. Hal ini menjadikan LineShine tidak hanya alat kompetitif di bidang komputasi, tetapi juga alat penting untuk penelitian dan inovasi di beragam disiplin ilmu.**Apa Makna dari Keberhasilan Ini?**Kembalinya China sebagai pemimpin dalam teknologi superkomputer menandakan pergeseran kekuatan dalam industri teknologi global. Negara ini tidak hanya berhasil membangun infrastruktur komputasi tinggi tetapi juga mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, khususnya dari Amerika Serikat. Dengan keberhasilan ini, China menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mampu bersaing di arena teknologi tetapi juga berpotensi menjadi pemimpin dalam inovasi berkelanjutan. Kekurangan penggunaan GPU dalam model ini membuka diskusi lebih lanjut mengenai alternatif teknologi yang mungkin lebih efisien dan biaya-efektif.Keberhasilan LineShine mendorong negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk mempertimbangkan kembali strategi mereka dalam pengembangan teknologi komputasi. Meskipun saat ini El Capitan, superkomputer yang berbasis GPU, masih sangat kuat dengan kecepatan 1,809 exaflops, pencapaian LineShine menunjukkan bahwa penggunaan CPU saja dapat menghasilkan kinerja yang luar biasa. Ini menjadi panggilan bagi negara-negara lain untuk lebih berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan CPU domestik agar tidak tertinggal.Artikel ini disintesis dari 5 sumber.