Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Marathon Dan Bungie: Kesulitan Menyelamatkan Masa Depan Studio Game Terkenal

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
News Publisher
27 Jun 2026
65 dibaca
3 menit
Marathon Dan Bungie: Kesulitan Menyelamatkan Masa Depan Studio Game Terkenal

TLDR

Marathon mengalami kesulitan dalam menarik pemain meskipun merupakan permainan yang baik.
Layoffs besar-besaran di Bungie menunjukkan tantangan besar yang dihadapi studio dalam mengelola proyek baru.
Rencana untuk menambahkan mode PvE dan mengubah model bisnis bisa jadi tidak cukup untuk menyelamatkan Marathon.
# Marathon dan Bungie: Kesulitan Menyelamatkan Masa Depan Studio Game TerkenalDalam dunia game yang terus berkembang, masalah yang dihadapi oleh Bungie dengan game terbarunya, Marathon, menarik perhatian banyak penggemar. Ketika studio game asal Amerika ini meluncurkan Marathon sebagai bagian dari strategi baru mereka setelah menyelesaikan dukungan untuk Destiny 2, mereka ternyata menghadapi tantangan besar yang dipengaruhi oleh kompetisi yang semakin ketat dan perubahan dinamika pemain.Bungie, yang dikenal atas franchise ikonik seperti Halo dan Destiny, akhir-akhir ini berusaha untuk meraih kembali lembaran baru dengan game Marathon, yang merupakan game shooter berbasis ekstraksi (extraction shooter). Sejak diluncurkan, Marathon telah berjuang untuk menarik dan mempertahankan basis pemain yang solid. Sebagai perbandingan, pada saat peluncuran musim kedua, Marathon mencatatkan puncak 40.000 pemain bersamaan, tetapi sejak saat itu, jumlah pemain aktifnya merosot hingga hanya 12.753 pemain saat ini, menandakan penurunan lebih dari 68% dalam beberapa waktu singkat. Tantangan ini semakin diperparah dengan pengumuman bahwa Bungie memangkas sekitar 50% jumlah karyawannya, yang akan memengaruhi pengembangan game tersebut ke depannya.Di balik layar, berbagai mekanisme dalam pengembangan game mempengaruhi tantangan yang dialami Bungie. Marathon dirancang sebagai game live-service, yang berarti game ini seharusnya terus mengalami pembaruan dan penambahan konten untuk menjaga keterlibatan pemain. Game jenis ini menuntut studio untuk tidak hanya merilis game yang menarik, tetapi juga menyediakan konten baru secara berkala untuk menjaga minat pemain. Paradigma ini memerlukan strategi pemasaran yang baik dan dukungan finansial yang kuat. Dengan investasi yang besar dalam pengembangan, Bungie dihadapkan pada risiko yang tinggi dalam mengembangkan Marathon, terutama setelah keputusan untuk menutup dukungan untuk Destiny 2, yang sebelumnya merupakan salah satu judul paling sukses mereka.Satu aspek penting dalam konteks ini adalah dampak kolaborasi Bungie dengan Sony setelah akuisisi senilai $3,6 miliar. Meskipun akuisisi ini menjanjikan potensi untuk pengembangan terkait game-as-a-service dan dukungan jangka panjang untuk franchise yang sudah ada, Bungie juga menghadapi tantangan besar, termasuk laporan kerugian dalam nilai aset sebesar $765 juta terkait dengan investasi ini. Hal ini menyoroti ketidakpastian masa depan Bungie di dalam industri game, di mana seiring dengan berkurangnya popularitas Marathon, mereka harus merestrukturisasi tim dan fokus pengembangan mereka.Apa yang terjadi di Bungie dan marathon adalah cerminan dari tantangan yang lebih umum di seluruh industri game yang kompetitif saat ini. Dengan perubahan perilaku pemain yang cepat dan kebutuhan untuk terus berinovasi, banyak studio game yang harus beradaptasi untuk tetap relevan. Selain itu, tantangan yang dihadapi Bungie bisa menjadi penanda bagi studio lain tentang pentingnya kesinambungan dalam pengembangan konten dan strategi bisnis yang beradaptasi dengan kondisi pasar.Dengan demikian, perjalanan Bungie dan Marathon mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak studio game di era digital saat ini. Keberhasilan atau kegagalan dalam menarik dan mempertahankan pemain tidak hanya bergantung pada kualitas permainan, tetapi juga pada seberapa baik studio dapat merespons tuntutan pasar yang terus berubah. Masa depan Bungie dan Marathon akan menjadi pengamatan penting untuk para penggemar dan pelaku industri game.Artikel ini dirangkum dari 5 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.