Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Startup Baru Fokus Hadirkan Teknologi Yang Membawa Orang Berkumpul, Bukan AI

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
06 Jun 2026
285 dibaca
3 menit
Startup Baru Fokus Hadirkan Teknologi Yang Membawa Orang Berkumpul, Bukan AI

TLDR

Ada tren baru dalam teknologi yang berfokus pada pengalaman sosial dan permainan langsung.
Pendanaan besar masih terpusat pada perusahaan besar meskipun ada inisiatif baru dari pendiri startup.
Cyberdeck menunjukkan bagaimana kreativitas dan DIY dapat menciptakan pengalaman yang lebih manusiawi.
# Startup Baru Fokus Hadirkan Teknologi yang Membawa Orang Berkumpul, Bukan AIDi tengah maraknya pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), muncul gelombang baru startup yang berusaha untuk mengembangkan teknologi yang lebih mengutamakan interaksi manusia. Fenomena ini menarik perhatian karena sebahagian besar diskusi teknologi saat ini terpusat pada aplikasi AI dan otomasi.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami lonjakan besar dalam adopsi teknologi digital, termasuk internet yang mencapai 80% penetrasinya pada tahun 2025. Berdasarkan laporan terbaru, 75% organisasi di Indonesia telah mengimplementasikan AI dalam beberapa fungsi bisnis mereka. Namun, seiring dengan pertumbuhan teknologi, kebutuhan untuk menciptakan ruang yang mempromosikan interaksi langsung dan komunitas tetap penting. Dalam konteks ini, sejumlah startup baru berkomitmen untuk menciptakan teknologi yang mendekatkan orang, bukan menjauhkan mereka.Dalam pengembangannya, teknologi yang mengutamakan interaksi sosial berarti menciptakan platform atau produk yang mempertemukan individu dalam berbagai pengaturan, baik itu untuk kolaborasi, diskusi, atau acara sosial. Konsep utama di balik teknologi ini adalah menciptakan lingkungan di mana orang dapat terlibat secara langsung dan berbagi pengalaman. Misalnya, teknologi komunikasi yang memfasilitasi pertemuan fisik atau platform yang mendukung kegiatan komunitas lokal. Bangunan komunitas semacam ini sangat penting, mengingat bahwa sebagian besar orang merasa lebih terhubung dan terlibat saat mereka dapat bertemu dengan orang lain secara langsung.Lebih jauh lagi, perusahaan-perusahaan seperti Komdigi, yang fokus pada inovasi digital di Indonesia, berupaya mengembangkan inisiatif yang memberi dampak positif pada konektivitas sosial. Startup semacam ini memfokuskan sumber daya mereka untuk meningkatkan kolaborasi dan interaksi antara masyarakat, dengan tujuan menciptakan ruang sosial yang lebih bersahabat dalam era digital.Dengan pertumbuhan pesat internet dan penetrasi digital yang saat ini mencapai angka 80%, ada potensi yang signifikan bagi startup-ststartup ini untuk memperluas jangkauan mereka. Hal ini juga diperkuat dengan proyeksi dari PT Telkom Indonesia yang memperkirakan bahwa pasar AI di Indonesia akan mencapai Rp100 triliun pada tahun 2030, menunjukkan bahwa teknologi berorientasi interaksi sosial memiliki landasan pasar yang kuat.Keberadaan startup yang berfokus pada pengembangan teknologi interaksi sosial juga berdampak pada cara kita memandang masa depan teknologi. Dalam jangka panjang, memprioritaskan pertemuan langsung dan hubungan sosial bisa membantu mengatasi tantangan kesehatan mental yang ada di masyarakat saat ini, terutama di kalangan generasi muda yang menghabiskan waktu signifikan di platform digital. Keterhubungan manusia yang mendalam dapat membantu menciptakan sebuah ekosistem yang lebih sehat dan produktif.Artikel ini terintegrasi dari 4 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.