Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenapa Bungie Berhenti Kembangkan Destiny 2 dan Rencana Masa Depan yang Ditolak

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
News Publisher
28 Mei 2026
324 dibaca
3 menit
Kenapa Bungie Berhenti Kembangkan Destiny 2 dan Rencana Masa Depan yang Ditolak

TLDR

Bungie menghentikan pengembangan Destiny 2 setelah pembaruan besar pada 9 Juni.
Ada konsep yang ditolak untuk melanjutkan seri Destiny, termasuk ide Destiny Infinity.
Pengembangan jangka panjang untuk Marathon dianggap lebih penting dibandingkan risiko melanjutkan Destiny 2.
# Kenapa Bungie Berhenti Kembangkan Destiny 2 dan Rencana Masa Depan yang DitolakDalam beberapa tahun terakhir, industri game mengalami banyak perubahan, terutama dengan pengumuman dari Bungie yang mengejutkan penggemar komunitas "Destiny 2". Keputusan ini membawa dampak besar, tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi perusahaan yang telah dikenal luas melalui franchise ikonik tersebut.Bungie, pengembang video game terkenal di balik franchise "Destiny", baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan pengembangan game "Destiny 2". Langkah ini diambil setelah pembaruan besar yang dirilis pada 9 Juni 2023. Setelah itu, Bungie memutuskan untuk memasukkan game ini ke dalam mode pemeliharaan, yang berarti tidak ada konten baru atau ekspansi yang akan ditambahkan lagi. Dalam beberapa tahun terakhir, Bungie menghadapi tantangan besar dalam produksi konten untuk "Destiny 2", terutama saat permainan mengalami kekurangan konten yang berkepanjangan, sampai berdampak pada kepuasan pemain.Penting untuk memahami mengapa pergeseran ini terjadi. "Destiny 2" adalah permainan multipemain daring yang diluncurkan pada tahun 2017 dan telah menyita perhatian banyak pemain dengan mekanisme permainannya yang inovatif. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, terlihat bahwa pengembangan "Destiny 2" mulai mengalami hambatan. Bungie, yang kini memiliki sekitar 400 karyawan untuk mengerjakan "Destiny 2", telah mengalihkan sejumlah besar sumber daya untuk proyek baru mereka, "Marathon", yang merupakan permainan layanan langsung baru yang diharapkan dapat menarik perhatian para penggemar. Hal ini membuat proses produksi konten untuk "Destiny 2" semakin tersendat.Sistem model permainan berbasis live service, yang mengandalkan pembaruan konten secara teratur untuk menjaga keterlibatan pemain, menjadi semakin menantang bagi Bungie. Dengan semakin banyaknya kompetisi dari game lain dan kestabilan operasional yang terganggu, Bungie harus melakukan prioritasi ulang terhadap sumber daya dan fokus pada apa yang diharapkan bisa menjadi proyek yang lebih sukses di masa mendatang. Keputusan untuk menghentikan "Destiny 2", yang memiliki pengalaman bermain multifaset—termasuk mode player versus environment (PvE) dan player versus player (PvP)—menunjukkan dorongan Bungie untuk berevolusi dan beradaptasi dengan perkembangan industri yang cepat.Namun, keputusan ini juga menunjukkan tantangan yang lebih besar bagi Bungie dan masa depan mereka. Dengan penjualan dan akuisisi Bungie oleh Sony Interactive Entertainment pada tahun 2022, harapan besar diletakkan pada masa depan perusahaan. Terlepas dari kekecewaan para penggemar "Destiny 2", yang merasakan dampak dari tidak adanya konten baru, ini menjadi kesempatan untuk akuisisi strategis yang lebih luas bagi Sony untuk memperkuat posisinya dalam industri game. Saat "Marathon" diluncurkan, banyak yang dengan cermat mengawasi untuk melihat apakah game ini dapat memenuhi ekspektasi yang kini lebih tinggi, mengingat banyaknya sumber daya yang telah dialihkan dari "Destiny 2".Dalam gambaran yang lebih besar, keputusan Bungie untuk beralih dari "Destiny 2" ke "Marathon" dapat menjadi sinyal tren lebih luas dalam industri game di mana perusahaan-perusahaan dituntut untuk berinovasi secara berkelanjutan dengan cara yang baru. Dampak pada komunitas gamer bisa sangat mendalam, terutama dengan banyaknya penggemar "Destiny 2" yang loyal. Ini menciptakan dinamika dalam bagaimana pengembang membangun dan mempertahankan basis pemain mereka, bahkan di tengah perubahan besar dalam konten dan kebijakan perusahaan.Artikel ini disintesis dari 7 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.